• Jl. KHA Dahlan 20 Yogyakarta
  • 0274-512 653 (Hunting)
  • info@rspkujogja.com
  • Jam kunjung pasien rawat inap : Senin-Sabtu 16.00-19.00
  • Minuman Isotonik, Bahayakah Untuk Ginjal?

    Minuman Isotonik, Bahayakah Untuk Ginjal?

    Untuk tiap orang, baik aktif maupun tidak, air putih adalah minuman terbaik untuk mengembalikan air tubuh yang hilang akibat aktivitas sehari-hari, termasuk setelah berolahraga. Sebab, air putih sangat mudah diserap dan memungkinkan proses rehidrasi dengan cepat. Sekarang ini, di pasaran muncul berbagai macam minuman isotonik yang memberikan kesan kesegaran bagi yang meminumnya. Belum lagi produk energy drink yang sama maraknya.
    Menurut buku kategori pangan BPOM RI 2006, definisi minuman isotonik adalah minuman formulasi yang ditujukan untuk menggantikan cairan, karbohidrat, elektrolit, dan mineral tubuh dengan cepat. Dengan demikian, minuman isotonik adalah jenis sport drink atau minuman olahraga. Seperti namanya, minuman ini disarankan hanya dikonsumsi saat berolahraga.
    Minuman isotonik mengandung gula dan garam yang memiliki tekanan osmotik yang sama dengan cairan darah dalam tubuh. Minuman jenis ini berfungsi sebagai penambah energi, pengganti cairan, serta elektrolit yang hilang saat berolahraga. Minuman isotonik umumnya hanya mengandung karbohidrat sebesar 4-8% dan mineral dalam kadar yang rendah. Sementara itu, minuman energy drink merupakan minuman yang mengandung karbohidrat yang lebih tinggi. Sehingga, apabila mengkonsumsi minuman-minuman ini di luar waktu olahraga berpotensi menambah berat badan dan memperberat kerja ginjal. Dalam literatur disebutkan, bila dikonsurnsi berlebihan, timbul efek samping berupa edema (bengkak) karena retensi atau tertahannya cairan di tubuh. Bisa juga naiknya tekanan darah sebagai akibat bertambahnya volume plasma lantaran pengikatan air oleh natrium. Ini bisa dimengerti karena isotonik tidak mudah diserap ginjal. Konsumsi minuman isotonik bisa memaksa ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan mineral yang tidak dibutuhkan tubuh. Sangat disarankan isotonik tidak boleh diminum sembarangan, karena mengandung garam. Apabila berlebihan, kadar garam dalam tubuh akan menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi.
    Memang dalam olahraga, ada 2 jenis air minuman yang disarankan, yaitu air minum biasa dan sport drink. Bila melakukan latihan fisik kurang dari 60 menit, maka minuman yang diminum adalah air biasa. Bila melakukan aktivitas fisik lebih dari 60 menit dan intensitasnya tinggi, maka minuman isotonik atau sport drink lebih cocok untuk diminum. Mengenai kadar konsumsi minuman isotonik, sebaiknya memang disesuaikan dengan kebutuhan.
    Bagi Anda yang aktif melakukan olahraga, pemenuhan kebutuhan cairan penting untuk diperhatikan, baik sebelum, saat dan setelah latihan fisik. Sampai saat ini, sebagian besar masih menganggap bahwa 2 liter air minum sehari sudah cukup.
    Menurut panduan pemenuhan cairan yang dikeluarkan oleh American College of Sport Medicine (ACSM), sebelum seseorang latihan fisik sebaiknya minum 500-600 ml air putih 4 jam sebelumnya, dan 10-15 menit sebelum latihan minum 250-350 ml air. Dan, pada saat melakukan aktivitas sebaiknya minum 100-250 ml air putih tiap 15-20 menit. Bagi mereka yang melakukan latihan intensitas tinggi dengan durasi kurang lebih 60 menit dihimbau untuk minum air sebanyak 600-700 ml atau minum sport drink tiap terjadi penurunan berat badan 0,5 kg. Lalu, bagi anak-anak dan remaja yang melakukan latihan fisik direkomendasikan untuk minum 13 ml air disesuaikan dengan berat badan dan lama latihan, dan sesudah latihan fisik minum 4 ml air disesuaikan dengan berat badan dan lama latihan. Mohon diperhatikan, minuman isotonik tidak dianjurkan sebagai minuman harian, fungsinya hanya sebagai minuman suplemen saja. Untuk harian tetap dianjurkan meminum air putih. Mari biasakanlah mengatur pola konsumsi yang sehat. Semoga bermanfaat. (dr.Aziz Andriyanto)

    Leave a reply →

Leave a reply

Cancel reply