• Jl. KHA Dahlan 20 Yogyakarta
  • 0274-512 653 (Hunting)
  • info@rspkujogja.com
  • Jam kunjung pasien rawat inap : Senin-Sabtu 16.00-19.00
  • Toilet Duduk vs Toilet Jongkok

    Toilet Duduk vs Toilet Jongkok

    Mungkin banyak diantara Anda yang telah mengetahui kaitan antara kebiasaan mengejan dengan pembentukan hemorrhoid atau wasir. Namun tahukan Anda bahwa postur tubuh saat di toilet ternyata juga merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi?
    Secara definisi, hemorrhoid atau wasir adalah pembengkakan dan peradangan pada pembuluh darah balik (vena) pada daerah rectum atau anus. Kondisi ini tergolong jarang ditemukan ditemukan di sebagian besar wilayah Asia, Afrika, dan Timur Tengah. Namun sebaliknya, kondisi ini justru sering ditemukan di Negara -negara Barat. Di Amerika misalnya, sekitar setengah dari populasi akan mengalami hemorrhoid sebelum mencapai usia 50 tahun. Mengenai hal ini, banyak peneliti yang berpendapat bahwa rendahnya insiden hemorrhoid di negara-negara berkembang adalah terutama terkait dengan konsumsi bahan makanan tinggi serat. Akan tetapi hal ini masih belum dapat dibuktikan melalui penelitian, mengingat beragamnya bahan makanan yang tersedia saat ini, yang jenis dan jumlah konsumsinya tidak selalu sama.
    Setelah ditelaah lebih lanjut, ternyata perbedaan insiden hemorrhoid tersebut terjadi bukan tanpa alasan, yaitu terkait dengan penggunaan toilet duduk. Pada toilet ini justru membuat proses buang air besar menjadi lebih sulit untuk dilakukan, pengguna akan dipaksa mengejan untuk mendorong gerakan usus. Kebiasaan mengejan merupakan salah satu faktor yang mendasari terbentuknya hemorrhoid. Posisi ideal untuk buang air besar adalah jongkok dengan paha tertekuk pada perut. Dengan cara ini kapasitas rongga perut sangat berkurang dan tekanan dalam perut meningkat, sehingga akan lebih mendorong feses. Ketika Anda buang air besar, otot puborectalis mengendurkan tekanannya di rectum untuk memungkinkan feses keluar. Dalam posisi duduk, tekanan yang ada hanya mengendur sebagian. Sementara dalam posisi jongkok, tekanannya mengendur dan rileks dengan sempurna sehingga memudahkan proses pengeluaran feses. Selain itu, menurut jurnal Digestive Disease and Sciences, dibutuhkan waktu lebih lama untuk buang air besar dengan toilet duduk sebab tubuh butuh proses untuk mendorong feses melalui sudut rectoanal. Sedangkan pada posisi jongkok tidak butuh waktu lama karena sudut rectoanal telah terbentuk dengan sendirinya sehingga feses pun terdorong.
    Hal ini secara tidak langsung telah menjelaskan mengapa insiden hemorrhoid jarang ditemukan pada populasi Asia, Afrika, dan Timur Tengah, dimana kebanyakan dari penduduknya masih menggunakan toilet jongkok untuk memenuhi panggilan alam mereka. Studi yang dilakukan oleh Dr.B.A.Sikirov pada tahun 1987 telah membuktikan hipotesa ini. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa hemorrhoid adalah sebuah hasil dari proses iritasi yang berkesinambungan akibat kebiasaan mengejan berlebihan dalam posisi duduk. Atau dengan kata lain, kebiasaan duduk yang terlalu lama dalam toilet merupakan salah satu faktor penting dalam pembentukan hemorrhoid yang tidak boleh Anda anggap remeh. (dr.Aziz Andriyanto)

    Leave a reply →

Leave a reply

Cancel reply